ONLINE

Internet merupakan teknologi yang kini sangat digandrungi kaum muda. Berbeda dengan menonton televisi yang bersifat pasif, melalui media internet kita bisa aktif berinteraksi, menyampaikan aspirasi melalui website atau blog, menjalin relasi melalui jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter, saling berbagi informasi di forum seperti Kaskus, atau bahkan mengeruk keuntungan dengan menjalankan bisnis secara online. Namun, seperti pisau dapur yang bisa digunakkan untuk hal hal buruk seperti pornografi, judi, ataupun penipuan.

Berbeda dengan dunia nyata yang menghadapi orang lain secara langsung, dalam dunia maya internet, manusia tidak merasa canggung lagi ketika berinteraksi. Hal ini sering berdampak negatif, karena pengguna internet tidak lagi memikirkan bagaimana kondisi orang yang dihadapinya diluar  sana. Ia bisa dengan santai mengeluarkan kata kata kasar kepada orang lain di internet. Fenomena jejaring sosial seperti facebook telah menunjukkannya. Hal ini malahan bertolak belakang  dengan tujuan dibuatnya situs tersebut, yaitu agar kita bisa berinteraksi kembali, menyambung  silaturahmi dengan teman dan saudara secara baik.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa para remaja modern, adanya internet justru membuat interaksi sosial mereka di dunia nyata menjadi berkurang. Mereka menghindari pertemuan pertemuan karena merasa lebih nyaman untuk berinteraksi via komputer , dan bahkan merasa “resah” jika meninggalkan komputer atau handphonenya sebentar saja. Perilaku ini lambat laun akan membuat mereka menjadi tidak percaya diri lagi dalam bertemu orang lain. Ia menjadi malu, tidak bisa menyampakan pikirannya secara langsung. Ia tidak mengerti bagaimana membaca bahasa tubuh orang lain. Kepekaan sosialnya menjadi berkurang. Sehingga, akhir-akhir ini sering ditemui remaja yang terlihat sanagt supel di dunia maya, namun menjadi sangat pendiam jika kita menemuinya secara langsung.

Merupakan salah satu karakteristik remaja bahwa ia ingin diakui, dianggap hebat dan “gaul” oleh lingkungan pergaulannya. Melalui internet, hal ini menjadi lebih mudah. Ia rajin mengupdate status Facebook agar dikomentari oleh teman-temannya. Apapun ia tulis, bahkan untuk hal-hal yang merupakan aib. Padahal Rasulullah mengajarkan “Cukuplah seseorang dikatakan sebagai pendusta apabila ia mengatakan apa saja yang diketahuinya” (HR. Muslim).

Yang paling memprihatinkan tidak sedikit remaja putrid kemudian memasang fotonya dengan pakaian minim yang tidak senonoh, untuk menarik lelaki lain berinteraksi dengannya. Na’udzubillah min dzalik

Berinternet bahkan sudah menjadi “oksigen” bagi sebagian remaja. Ia bisa duduk seharian di depan computer, tidak peduli dengan sekelilingnya.  Asyik membuka artikel di Kaskus sampai tengah malam, dan sibuk memberikan komentar di status Fecebook temannya. Saking tidak bisanya beranjak dari internet, kalau sudah bosan, tidak ada lagi yang dilakukan, ia lalu mengalihkan perhatiannya, mulai mengakses pornografi. Inna lillaahi wa inna ilaihi roji’un…

Padahal Allah berfirman yang artinya, “Demi masa, sesungguhnya manusia benar benar dalam kerugian.  Kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling mewasiatkan dengan kebenaran dan saling mewasiatkan dengan kesebaran.”  (QS. Al Ashr: 1-3)

Saudaraku…

Sudahkah engkau mengalami gejala seperti diterangkan di atas? Apakah engkau menghabiskan waktumu berinternet dalam hal hal yang tidak bermanfaat, yang justru mendatangkan kerusakan bagi dirimu?

Jika ya, maka bertakwalah!

Jadilah hamba Allah yang bersyukur atas nikmat-Nya. Nikmat mengakses internet manfaatkanlah untuk hal hal yang bermanfaat bagi dunia dan akherat. Kunjungilah situs-situs yang bermanfaat, yang menambah keimanan kepada Allah, yang membuatmu tahu dan mengerti menganai Islam. Atau jika Allah memudahkanmu. Jadikanlah internet sebagai media dakwah. Engkau bisa menyampaikan kebaikan dengan menyebarkan ayat ayat Allah dan perkataan rasul-Nya.  Kenalkan umat ini dengan para ulamanya.  Sebarkan kebaikan Islam di dunia maya.

Namun, jangan sampai hal tersebut lalu mendominasi kehidupanmu. Ingatlah bahwa kita hidup di dunia nyata. Kita harus belajar bagaimana menghadapi orang lain di dunia nyata. Dengan berinteraksi di dunia nyata, kita akan belajar kapan harus bersabar, kapan harus mengalah, kapan harus menolong orang lain. Hal inilah yang tidak akan kita dapatkan didunia maya.

Kita adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Kita membutuhkan orang lain di dunia nyata. Bergaullah dengan tetangga dengan cara yang baik . mulailah salam kepada mereka, perhatikan mereka, tolong menolonglah dalam kebaiakan dan ketakwaan. Semoga Allah memudahkan kita melakukanya, karena silaturahmi dengan lingkungan terdekat sekarang ini adalah hal yang semakin jarang ditemui dalam kehidupan remaja saat ini.  Kita sibuk sekolah, sibuk berteman dengan handphone dan computer, lalu kita memperhatikan orang orang di sekeliling kita secara langsung.

Saudaraku…

Manfaatkanlah waktu mudamu ini untuk hal hal yang berguna. Masa muda adalah masa  keemasan. Tenagamu sedang melimpah dan kecerdasanmu sedang berada pada puncaknya. Manfaatkanlah itu dalam wujud syukur kepada Allah, manfaatkanlah itu dalam wujud syukur kepada Allah, manfaatkanlah untuk mendekatkan diri kepada Allah.

“Pergunakanlah lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum masa pikunmu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum masa matimu.” (HR. Al hakim, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani)*Ristyandani*

Sumber: diketik ulang dari majalah tashfiyah hal 60-63)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: