Apa yang Bisa Dipetik dari Musibah?

Musibah adalah perkara yang tidak disukai dan dihindari oleh setiap manusia. Karena mengakibatkan  perkara-perkara yang tidak diinginkan oleh jiwa manusia seperti kesusahan, hilangnya harta, kegalauan pikiran dan lainnya. Namun dilain sisi terkandung pula hikmah-hikmah agung yang kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.
Ada beberapa faidah yang bisa dipetik dari musibah :
1.    Musibah merupakan ujian untuk bersabar dan sabar akan mendatangkan pahala kebaikan bagi pelakunya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari shahabat Shuhaib bin Sinan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Alangkah mengagumkan perkara orang mukmin. Sesungguhnya semua urusan seorang mukmin adalah baik dan tidaklah perkara itu ada kecuali pada mereka, jika diberi kebaikan mereka pun bersyukur maka itu adalah kebaikan dan apabila diberi kesusahan merekapun bersabar dan itupun baik bagi mereka”. (HR Muslim).
2.    Musibah bagi seorang mukmin adalah tanda kecintaan Allah kepadanya, dalam sebuah hadits diriwayatkan: “Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan jika Allah mencintai suatu kaum maka mereka akan diuji oleh-Nya, siapa yang ridha terhadapnya maka Allah ridha terhadapnya dan siapa yang marah maka Allah pun akan murka terhadapnya”.  (HR Tirmidzi)
3.    Ujian merupakan konsekuensi dari keimanan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” (Al-Ankabut: 2).
4.    Turunnnya musibah disebabkan karena dosa-dosa yang dilakukan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)”. (Asy-Syura’: 30).
5.    Musibah adalah penghapus dosa. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang mukmin dirundung kegalauan, keletihan, kegelisahan, kegundahan, kesusahan dan duri yang mengenainya melainkan itu adalah penghapus dosa-dosanya” (HR. Bukhari dan Muslim).
Demikian beberapa faidah yang bisa kita petik dari musibah. Akan tetapi sayang banyak kaum muslimin yang tidak mengetahui hal ini sehingga mereka berburuk sangka terhadap Allah subhanahu wa ta’ala,  tidak ridha, marah bahkan sampai mencaci maki. Bukankah dengan apa yang mereka lakukan itu tidak menjadikan keimanan dan keislamannya mereka bertambah baik, tetapi boleh jadi musibah tersebut justru menjadikan mereka bertambah jauh dari sifat-sifat keimanan. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang bersyukur terhadap nikmat-nikmat-Nya dan bersabar dalam menghadapi segala musibah.
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung”. (Ali Imran: 200).
Disusun oleh Abu Hammam Abdurrahman.

sumber: buletin tashfiyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: